Begundelz just for you
Kieyokoe Blogging
SELAMAT MENJELANG BULAN SUCI RAMADHAN 1433 H

Kamis, 14 April 2011

BUDIDAYA LEBAH MADU SISTEM “ GELODOG” MODERN



A. Peti Lebah Madu (STUP)

Peti lebah madu (sistem gelondong modern) sangat diperlukan dal usaha pemeliharaan lebah madu. Pemeliharaan lebah madu dalam peti akan mempermudah pengelolaan dan pemanenannya, tanpa merusak koloni lebah madu.
Stup dapat dibuat tunggal atau bertingkat yang ditumpuk satu sama lain. Bila stup dibuat bertingkat, maka peti paling bawah berfungsi sebagai tempat ratu dan pertumbuhan serta perkembangbiakan koloninya. Sedangkan peti yang diatasnya berfungsi sebagai tempat memproduksi madu.
Stup perlu diberi penyangganya untuk menghindari serangan rayap, ular, atau binatang lain. Tinggi kaki penyangga stup dari tanah berkisar 50 cm – 100 cm.
Ukuran stup untuk lebah madu umumnya sebagai berikut ; panjang x lebar x tinggi untuk tutupannya adalah 51 cm x 41 cm x 5 cm. Sedangkan untuk kotaknya adalah 50 cm x 40 cm x 28 cm. Tebal papan yag digunakan adalah 1.5 cm.
Pada bagian dalam stup terdapat 6 – 10 sisiran atau bingkai dengan ukuran panjang bagian atasn dengan tonjolan yaitu 49 cm, panjang bagian bawah 40 cm, tingginya 21cm, tebal kayu penggantung 2.5 cm, tebal kayu penguat 1.5 cm, dan lebarnya 3 cm untuk tempat pembuatan sarang lebah madu yang berbentuk heksagonal. Jarak antara sisiran yang satu dengan yang lain sekitar 2 cm agar lebah madu tersebut dapat bergerak secara leluasa.
Ruang antara peti produksi madu dan peti tempat ratu lebah harus diberi pembatas berupa sekat dari kawat kasa agar ratu lebah tidak masuk dan mengkonsumsi serta meletakan telurnya di dalam tumpukan madu.
Pintu keluar-masuknya lebah madu harus dibuat dengan tinggi yang sama dan sejajar dengan letak sisiran.

B. Penempatan Stup.
Penempatan stup yang ideal yaitu harus dekat dengan jenis-jenis tanaman yang banyak mengandung nektar dan serbuk dari sumber pakan lebah madu. Syarat yang lain untuk menempatkan stupnya adalah harus jauh dari tempat-tempat berasap dan rumah-rumah tempat tinggal.

C. Memindahkan Lebah Madu ke Dalam Stup.
Pemula yang ingin belajar budidaya lebah madu, sebaiknya menggunakan spesies lebah madu Apis cerana yang banyak terdapat dimana-mana, baik dirongga-rongga batang pohon atau di atap rumah tua yang tidak dihuni. Spesies lebah tersebut dapat dipindahkan ke dalam stup untuk dibudidayakan sebagaimana biasanya. 
Cara pemindahannya sebagai berikut :
  1. Pakailah masker untuk melindungi wajah, sarung tangan, baju dan celana yang dapat menahan sengatan lebah.
  2. Hembuskan asam rokok ke koloni lebah untuk menyingkirkan lebah pekerja yang melindungi ratu lebah.
  3. Cari ratu lebah, ambil dan masukan dengan hati-hati ke dalam kotak stup tempat ratu.
  4. Pilihlah tiga atau lebih sisiran sarang yang masih baik (ada telur, larva, pupa, tepung sari bunga, dan sedikit madu). Sisiran tersebut disayat dan lekatkan pada bingkai sisiran dan ikat dengan tali arafia, selanjutnya masukan sisiran tersebut ke dalam stup yang telah terisi ratu lebah.
  5. Masukan semua koloni lebah ke dalam peti lebah (stup), tutup pintunya dan taruhlah di tempat yang sudah dipersiapkan.
  6. Apabila dalam beberapa jam kemudian, koloni lebah dapat tenang, maka pintu pada kotak ratu lebah dapat dibuka.
  7. Untuk beberapa hari lamaya, peti lebah (stup) jangan dipindah-pindahkan. Biarkanlah sarang lebah madu melekat pada bingkai sisiran sarang dan tali arafia terlepas sendiri digigit oleh lebah pekerja.
  8. Pemindahan lebah madu ini sebaiknya dilakukan pada malam hari.
 
D. Melepas Lebah Madu.
Apabila koloni lebah sudah betah tinggal di dalam stup dan sudah mencintai ratunya, maka lebah madu tersebut dapat dilepas dengan cara membuka pintu keluar-masuknya. Pelepasan lebah madu harus dilakukan pada pagi hari dimana saat bunga tanaman mekar.

E. Pemanenan
Pemanenan dan penanganan madu hasil pemeliharaan lebah madu, merupakan tugas paling pokok yang harus dikuasai peternak lebah madu. Pemanenan dan penanganan yang baik dapat menghasilkan madu yang memiliki kualitas baik.
Pengambilan madu sebaiknya dilakukan setelah semua sisiran hampir terpenuhi dengan madu dan harus pada sore hari, karena pada saat itu lebah madu sudah berkumpul semua dalam peti lebah.
Pengambilan madu harus dilakukan secara teratur yaitu bila sisiran yang berisi madu sudah ditutupi dengan lilin lebah, paling sedikit sepertiga dari sel-sel sisirannya.
Sisiran-sisiran madu yang sudah diambil madunya harus dimasukan kembali ke dalam peti lebah.
 
LEBAH MADU LEBAH MADU

MANFAATNYA MADU



A. Madu
Madu mengandung berbagai jenis komponen yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia. Komponen yang dimaksud yaitu karbohidrat, asam amino, mineral, ensim, vitamin dan air.

No
Komposisi
Jumlah
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Air
Fruktosa
Glukosa
Maltosa
Karbohidrat
Sukrosa
Ensim, Mineral, dan Vitamin
Energi (Kalori/100 gram)
17,0 %
38,5 %
31,0 %
7,2 %
4,2 %
1,5 %
0,5 %
294,0 %











Laporan penelitian di rumah sakit Uni Soviet telah membuktikan bahwa madu dapat menyembuhkan luka-luka pada usus dua belas jari, memperlancar peredaran darah dan dapat menormalkan komposisi darah.
Madu yang dioleskan pada luka bakar atau infeksi, menurut hasil penelitian dapat mengeringkan luka tersebut dalam waktu 10 hari. Diketahui pula bahwa madu dapat mengeluarkan glutathion dari luka sehingga mempercepat sembuhnya luka atau infeksi.

B. Royal Jelly
            Royal jelly adalah salah satu jenis makanan yang baik dengan kandungan nutrisi yang sangat kompleks, bahkan lebih kompleks dibandingkan dengan makanan hewani lainnya. Seringkali royal jelly menjadi topik perbincangan hangat dikalangan kaum pria, terutama tentang manfaat dan khasiatnya dalam memelihara, menjaga kebugaran, serta meningkatkan vitalitas tubuh. Komposisi nutrisi dalam royal jelly tertera pada Tabel 2.
Tabel 2. Komposisi Nutrisi Dalam Royal Jelly:

No
Komposisi
Jumlah
1.
2.
3.
 
 
 
 
4.
5.
 
 
 
 
 
 
 
 
6.
Kadar Air
Protein Kasar
Gula Total :
a.      Fruktosa
b.      Glukosa
c.      Sukrosa
d.      Lain-lain
Asam Lemak Total
Abu :
a.      Mineral K
b.      Mineral Mg
c.      Mineral Na
d.      Mineral Ca
e.      Mineral Zn
f.        Mineral Fe
g.      Mineral Cu
h.      Mineral Mu
Bahan yang belum teridentifikasi
67,0 %
12,5 %
11,0 %
6,2 %
4,2 %
0,3 %
0,5 %
5,0 %
1,0 %
5,500 mg/g
700 mg/g
600 mg/g
300 mg/g
80 mg/g
30 mg/g
25 mg/g
7 mg/g
3,5 %


























Dunia karbohidrat dan farmasi modern pun telah merekomendasikan royal jelli untuk pengobatan yang pertama kali oleh Prof. R. Chauvin dari University of Sarbone Perancis pada tahun 1922. Sejak saat itu royal jelly menjadi terkenal.            Penggunaan royal jelly untuk pengobatan beberapa penyakit antara lain; asma, alergi, bronchitis, kejang-kejang dan impotensi. Selain itu, pemakaian royal jelly sebagai masker secara rutin menjelang tidur sangat membantu merawat kulit wajah dari  gangguan jerawat.

C. Serbuk Sari (Bee Pollen)
            Bee Pollen seringkali disebut sebagai intisari kehidupan karena kandungan nutrisinya sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh, terutama untuk membangun dan memperbaiki sel-sel tubuh.
            Bee pollen mengandung; 10 jenis asam amino, protein esensial, asam lemak esensial, 10 jenis mineral, vitamin A, B, C, D, dan E, hormon pertumbuhan, hormon reproduksi dan berbagai jenis alkaloid yang mempunyai khasiat dalam melakukan stabilitasi metabolisme sel dan pertumbuhan sel normal (regenerasi – rehabilitasi) pada umumnya.
            Seorang ilmuan Rusia mengandakan penelitian terhadap 200 orang yang berumur panjang di sekitar  Kaokasehi Rusia. Dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa umur panjang berhubungan dengan bee pollen yang terdapat didalam madu yang selalu dokonsumsi. Selain itu bee pollen juga mempunyai khasiat antara lain; meningkatkan daya tahan tubuh, memperlambat proses penuaan, menurunkan kolesterol, memperlancar fungsi pencernaan dan mengobati asma.

D. Lem (Propolis)
            Propolis adalah bahan perekat bersifat resin yang dikumpulkan lebah pekerja dari kuncup, kulit atau bagian lain dari tumbuhan. Dalam sarang, propolis digunakan oleh lebah pekerja untuk menutup celah-celah, mendempul retakan-retakan, memperkecil lubang dan menutup lubang.
            Susunan kimia propolis sangat kompleks antara lain mengandung zat aromatik, zat wangi dan mineral. Propolis sudah digunakan dalam berbagai obat jadi dari pabrik farmasi antara lain untuk luka dan tampal gigi. Hal ini sangat memingkinkan karena didalam propolis terdapat sifat antibiotik.

E. Lilin Lebah (Malam, Beeswax)
            Dalam proses pembentukannya malam disekresikan oleh kelenjar lilin (wasx grands) yang terdapat pada bagian bawah dari perut lebah pekerja.
            Penggunakaan malam tidak hanya terbatas pada bidang industri lilin saja, tetapi telah meluas pada industri-industri lainnya seperti industri kosmetika dan industri farmasi. Selain itu malam lebah yang sudah diproses juga dibutuhkan sebagai bahan untuk batik tradisional – modern.

F. Racun Lebah (Bee Venom)
            Racun lebah (apitoxin)  dihasilkan dari lebah pekerja. Apitoxin disekresikan oleh kelenjar racun dalam bentuk cairan bening dengan bau tajam, rasanya pahit dan pedas, aromanya spsifik serta cepat kering.
            Apitoxin mengandung senyawa-senyawa kimia antara lain; triptofan, kolin, gliserin, asam fosfat, asam falmitat, asam lemak, asam vitelin, apromin, peptida, ensim, hystamin, dan mellitin.
           Perkembangan penelitian modern membuktikan bahwa racun lebah dapat digunakan untuk pengobatan. Ada beberapa jenis penyakit yang dapat disembuhkan melalui sengatan lebah antara lain; penyakit neuritis, penyakit reumatik otot, penyakit asthma bronchial, penyakit pembuluh darah kapiler dan penyakit impoten.

ATANOMI DAN JENIS LEBAH MADU



 A. Sistimatika Sistematika lebah madu sebagai berikut;
Kerajaan        :  Animalia 
Filum              :  Arthropoda
Kelas              :  Insekta 
Ordo               :  Hymenoptera 
Famili              :  Apidae 
Genus              :  Apis 
Spesies            :  Apis cerana, Apis mellifera, Apis dorsata dan  Apis florea
  

B. Anatomi
            Secara umum tubuh lebah madu terbagi menjadi 3 bagian (gambar 1 dan 2) yang terdiri dari :
  1. Kepala (caput) dan peralatannya
    1. Antena berfungsi sebagai radar
    2. Mata
    3. Mulut
       
    2.      Dada (thorax) dan peralatannya
a.      Sayap terdiri dari 2 pasang
b.      Kaki terdiri dari 3 pasang 

3.      Perut (abdomen)
a.      Kantong madu atau nektar
b.      Kantong racun atau bisa


C. Jenis-jenis Lebah Madu:

1. Spesies-spesies yang telah dibudidayakan:
a.      Apis cerana     
Apis cerana merupakan lebah madu asli Asia yang menyebar mulai dari Afganistan, China, Jepang sampai Indonesia. Cara budidayanya sebagian besar masih tradisional, yaitu di dalam gelodok. Budidaya secara modern yaitu didalam kotak (steuep) yang dapat dipindah-pindahkan. Produksi madu Apis cerana dalam setahun dapat menghasilkan 2 – 5 kg madu per koloni.

b.      Apis mellifera
     Apis mellifera merupakan lebah madu import dari Italia yang memiliki temperamen tidak ganas, mudah dibudidayakan dan ukuran tubuhnya lebih besar dari Apis cerana. Produksi madunya sangat banyak yaitu dalam setahun dapat mencapai 20 – 60 kg madu per koloni. Spesies lebah madu ini sangat cocok untuk usaha budidaya lebah madu untuk skala komersial.

2.      Spesies-spesies lebah madu yang belum dapat dibudidayakan
a. Apis dorsata       
Apis dorsata
hanya berkembang di Asia seperti; India, Philipina, China dan Indonesia. Madu dari spesies ini dikenal sebagai madu alam atau madu hutan. Di Indonesia spesies lebah madu tersebut hanya terdapat di pulau Sumatera, Maluku, Irian Jaya, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.     Sarang Apis dorsata dibangun secara tunggal dengan sisiran sarang hanya selembar. Sarang tersebut digantung dicabang pohon dan tebing batuan. Produksi madunya dalam setahun dapat menghasilkan 15 - 25 kg madu per koloni.               

b. Apis florea       
Apis florea
terdapat di Oman, Iran, India dan Indonesia. di beberapa tempat lebah madu Apis florea dapat hidup bersama-sama dengan Apis mellifera, Apis cerana dan Apis dorsata. Produksi madunya dalam setahun hanya sekitar 1 – 3 kg madu per koloni. 
KOLONI, PAKAN, DAN PRODUK LEBAH MADU:
Dalam satu koloni lebah madu terdapat tatanan kehidupan yang penuh dengan gotong royong dan saling ketergantungan. Setiap strata dalam koloni berusaha menjunjung tinggi strata-strata yang lain dan berusaha memikul kewajibannya masing-masing untuk mencapai prestasi seoptimal mungkin, sehingga kelangsungan dan kesanggupan membentuk koloni sangat kuat dan sangat menakjubkan. Ada 3 strata dalam satu koloni lebah madu yaitu:

1.      Strata ratu lebah
Ukuran tubuh ratu lebah yaitu dua kali panjang lebah pekerja dan lebah jantan. Tugas wajibnya adalah bertelur terus-menerus sampai kemampuan bertelur berakir. Ratu lebah mampu bertelur sebanyak 1000 – 2000 butir telur per hari. Umurnya dapat mencapai 3 – 5 tahun. Dalam satu koloni lebah madu hanya ada seekor ratu lebah .

2.      Strata lebah pekerja
Strata lebah pekerja merupakan strata yang jumlahnya paling banyak yaitu sekitar 20.000 – 90.000 ekor dalam satu koloni. Tugas utama lebah pekerja yaitu; mengumpulkan nektar, tepungsari dan air dari berbagai bunga-bunga tanaman yang kaya akan protein, vitamin dan karbohidrat;

-         merawat ratu, lebah jantan dan larva;
-         membangun sel sarang;
-         menjaga sarang dari musuh-musuhnya;
-         membersihkan sarang, menyimpan madu dalam sel dan memperbaiki sel sarang yang rusak.

            Lebah pekerja mempunyai senjata andalan berupa sengat berduri. Sengat itu menyerupai bentuk kait yang dilengkapi dengan kantong racun. Sekali alat penyengat  itu digunakan untuk menyerang lawan, maka lebah pekerja akan mati. Umur lebah pekerja sekitar 35 – 42 hari.

3.      Strata lebah jantan
Strata lebah jantan merupakan strata kedua terbesar dalam koloni lebah madu. Jumlahnya berkisar dari 100 – 250 ekor dalam satu koloni. Tugas utamanya adalah mengawini ratu lebah. Dalam setiap perkawinan hanya seekor lebah jantan yang terbaik, akan terpilih dan berhak mengawini ratu lebah. Perkawinan berlangsung di alam terbuka. Sekali melakukan perkawinan dengan ratu lebah, maka lebah jantan akan mati. Umur lebah jantan sekitar 75 – 90 hari.

B. Pakan Lebah Madu

       Sumber pakan lebah madu adalah tanaman yang meliputi; tanaman buah-buahan, tanaman sayur-sayuran, tanaman hias, tanaman pangan, tanaman perkebunan dan tanaman kehutanan. Bunga-bunga dari tanaman-tanaman tersebut mengandung nektar dan tepung sari bunga (pollen).
1. Nektar
Nektar adalah suatu senyawa kompleks yang dihasilkan oleh kelenjar “ Necterifier” tanaman dalam bentuk larutan dengan konsentrasi yang bervariasi. Komponen utama dari nektar adalah sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Disamping itu, dalam nektar terdapat zat-zat gula lainnya seperti maltosa, melibiosa, ratinosa, serta turunan karbohidrat lain.
Zat-zat lain yang juga terdapat namun jumlahnya sangat sedikit yaitu; asam-asam organik, resin, protein, garam dan mineral. Konsentrasi gula nektar bervariasi mulai dari 5 % sampai 70 % atau lebih tergantung dari keadaan iklimnya, jenis tanaman serta faktor lainnya. Nektar juga mengandung air dari 40 – 80 %.

2. Pollen (Tepung Sari)
Pollen atau tepung sari diperoleh dari bunga yang dihasilkan oleh antenna sebagai sel kelamin jantan tumbuhan. Pollen dimakan oleh lebah madu terutama sebagai sumber protein, lemak, karbohidrat dan serta sedikit mineral. Satu koloni lebah madu membutuhkan sekitar 50  kg pollen per tahun. Sekitar separuh dari pollen tersebut digunakan untuk makanan larva.

3. Jenis –Jenis Tanaman sebagai Sumber Pakan Lebah Madu
Hampir semua tanaman yang berbunga merupakan sumber pakan lebah madu. Sumber pakan lebah madu adalah nektar, serbuk sari sari pada bunga dan air. Beberapa jenis tanaman di Indonesia sebagai sumber pakan lebah madu disajikan  

LEBAH MADU HASIL HUTAN IKUTAN DAN TERNAK HARAPAN



Hasil penelitian para ahli arkeologi menunjukan bahwa lebah madu terdapat di dunia sudah dimulai pada zaman tertier atau kira-kira 56 juta tahun yang lalu. Dalam Mitologi Hindu misalnya, digambarkan lebah madu jantan yang sedang istirahat diatas bunga teratai, adalah simbol Dewa Wisnu yang merupakan lambang kehidupan dan perdamaian. Pemeliharaan lebah madu telah dikenal 3000 tahun Sebelum Masehi, terutama dilakukan oleh bangsa Mesir kuno. Hal ini menunjukan bahwa lebah madu sudah lama dibudidayakan walaupun hanya disekitar Sungai Nil. Perkembangan budidaya lebah madu di Indonesia mulai dirintis dan dipelopori oleh RIJKEUNS, seorang bangsa Belanda pada tahun 1841. Namun, perkembangannya sangat jauh tertinggal bila dibandingkan dengan negara-negara lain, seperti; Australia, Jerman, Rumania, Mexico, India, Jepang dan China. Hal ini disebabkan bidang perlebahan kurang mendapat perhatian, budidayanya masih sangat tradisional dan sebagian besar produksinya diperoleh dengan cara merusak atau membakar sarangnya.
LEBAH MADU


Peluang untuk usaha budidaya lebah madu di Indonesia masih sangat besar. Alasannya, karena Indonesia mempunyai hutan alam yang sangat luas, sekitar 200 Juta hektar dengan beraneka jenis tanaman yang berbunga secara bergantian sepanjang tahun. Tanaman tersebut merupakan habitat ideal untuk usaha budidaya lebah madu. Bila usaha budidaya lebah madu. Bila budidaya lebah madu dikelola secara intensif dan modern, maka akan memberikan manfaat langsung maupun manfaat tidak langsung. Manfaat langsungnya adalah memperoleh berbagai produk lebah madu, seperti; madu, royal jelly, tepung sari (bee pollen), lilin, perekat (propolis), dan racun lebah. 

Semua produk ini mempunyai nilai ekonomi yang dapat membantu upaya perbaikan gizi masyarakat dan untuk meningkatkan pendapatan peternak lebah. Sedangkan manfaat tidak langsung yaitu berkaitan dengan proses pelestarian sumber daya hutan, peningkatan produktivitas tanaman, dan adanya hubungan simbiosis yang saling menguntungkan. Tanaman akan mengeluarkan bunga yang banyak mengandung nektar dan tepung sari sebagai makanan lebah, sementara lebah  madu akan membantu proses penyerbukan bungan tanaman.

BUDIDAYA TERNAK LEBAH



1. SEJARAH SINGKAT
Lebah merupakan insekta penghasil madu yang telah lama dikenal manusia. Sejak zaman purba manusia berburu sarang lebah di goa-goa, di lubang-lubang pohon dan tempat-tempat lain untuk diambil madunya. Lebah juga menghasilkan produk yang yang sangat dibutuhkan untuk dunia kesehatan yaitu royal jelly, pollen, malam (lilin) dan sebagainya. Selanjutnya manusia mulai membudidayakan dengan memakai gelodog kayu dan pada saat ini dengan sistem stup.
Di Indonesia lebah ini mempunyai nama bermacam-macam, di Jawa disebut tawon gung, gambreng, di Sumatera barat disebut labah gadang, gantuang, kabau, jawi dan sebagainya. Di Tapanuli disebut harinuan, di Kalimantan disebut wani dan di tataran Sunda orang menyebutnya tawon Odeng.

2. SENTRA PERIKANAN
Di Indonesia sentra perlebahan masih ada di sekitar Jawa meliputi daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dengan jumlah produksi sekitar 2000–2500 Ton untuk lebah budidaya. Kalimantan dan Sumbawa merupakan sentra untuk madu dari perburuan lebah di hutan. Sedang untuk sentra perlebahan dunia ada di CIS (Negara Pecahan Soviet), Jerman, Australia, Jepang dan Italia.

3. JENIS
Lebah termasuk hewan yang masuk dalam kelas insekta famili Apini dan genus Apis. Spesiesnya bermacam-macam, yang banyak terdapat di Indonesia adalah A. cerana, A. Dorsata A. Florea. Jenis unggul yang sering
dibudidayakan adalah jenis A. mellifera. Menurut asal-usulnya lebah dibagi 4 jenis berdasar penyebarannya:
1. Apis cerana, diduga berasal dari daratan Asia menyebar sampai Afghanistan, Cina maupun Jepang.
2. Apis mellifera, banyak dijumpai di daratan Eropa, misalnya Prancis, Yunani dan Italia serta di daerah sekitar Mediterania.
3. Apis Dorsata, memiliki ukuran tubuh paling besar dengan daerah penyebaran sub tropis dan tropis Asia seperti Indonesia, Philipina dan sekitarnya. Penyebarannya di Indonesia merata mulai dari Sumatera sampai Irian.
4. Apis Florea merupakan spesies terkecil tersebar mulai dari Timur Tengah, India sampai Indonesia. Di Indonesia orang menyebutnya dengan tawon
klanceng.

4. MANFAAT:


Produk yang dihasilkan madu adalah:
1. Madu sebagai produk utama berasal dari nektar bunga merupakan makanan yang sangat berguna bagi pemeliharaan kesehatan, kosmetika dan farmasi.
2. Royal jelly dimanfaatkan untuk stamina dan penyembuhan penyakit, sebagai bahan campuran kosmetika, bahan campuran obat-obatan.
3. Pollen (tepung sari) dimanfaatkan untuk campuran bahan obat-obatan/ kepentingan farmasi.
4. Lilin lebah (malam) dimanfaatkan untuk industri farmasi dan kosmetika sebagai pelengkap bahan campuran.
5. Propolis (perekat lebah) untuk penyembuhan luka, penyakit kulit dan membunuh virus influensa.
Keuntungan lain dari beternak lebah madu adalah membantu dalam proses penyerbukan bunga tanaman sehingga didapat hasil yang lebih maksimal.

5. PERSYARATAN LOKASI
Suhu ideal yang cocok bagi lebah adalah sekitar 26 derajat C, pada suhu ini lebah dapat beraktifitas normal. Suhu di atas 10 derajat C lebah masih beraktifitas. Di lereng pegunungan/dataran tinggi yang bersuhu normal (25 derajat C) seperti Malang dan Bandung lebah madu masih ideal dibudidayakan. Lokasi yang disukai lebah adalah tempat terbuka, jauh dari keramaian dan banyak terdapat bunga sebagai pakannya.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Dalam pembudidayaan lebah madu yang perlu dipersiapkan yaitu: Lokasi budidaya, kandang lebah modern (stup), pakaian kerja dan peralatan Syarat yang utama yang harus yang dipenuhi dalam budidaya lebah adalah ada seekor ratu lebah dan ribuan ekor lebah pekerja serta lebah jantan. Dalam satu koloni tidak boleh lebih dari satu ratu karena antar ratu akan saling bunuh untuk memimpin koloni.:
1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
1. Perkandangan


a. Suhu
Perubahan suhu dalam stup hendaknya tidak terlalu cepat, oleh karena itu ketebalan dinding perlu diperhatikan untuk menjaga agar suhu dalam stup tetap stabil. Yang umum digunakan adalah kayu empuk setebal 2,5 cm.


b. Ketahanan terhadap iklim
Bahan yang dipakai harus tahan terhadap pengaruh hujan, panas, cuaca yang selalu berubah, kokoh dan tidak mudah hancur atau rusak.


c. Konstruksi
Konstruksi kandang tradisional dengan menggunakan gelodok dari bambu, secara modern menggunakan stup kotak yang lengkap dengan
framenya.


2. Peralatan
Peralatan yang digunakan dalam budidaya lebah terdiri dari: masker, pakaian kerja dan sarung tangan, pengasap, penyekat ratu, sangkar ratu, sapu dan sikat, tempat makan, pondamen sarang, alat-alat kecil, peralatan berternak ratu dan lain-lain.


2. Pembibitan:
1. Pemilihan Bibit dan Calon Induk
Bibit lebah unggul yang di Indonesia ada dua jenis yaitu A. cerana (lokal) dan A. mellifera (impor). Ratu lebah merupakan inti dari pembentukan koloni lebah, oleh karena itu pemilihan jenis unggul ini bertujuan agar dalam satu koloni lebah dapat produksi maksimal. ratu A. cerana mampu bertelur 500- 900 butir per hari dan ratu A. mellifera mampu bertelur 1500 butir per hari. Untuk mendapatkan bibit unggul ini sekarang tersedia tiga paket pembelian bibit lebah:
a. paket lebah ratu terdiri dari 1 ratu dengan 5 lebah pekerja.
b. paket lebah terdiri dari 1 ratu dengan 10.000 lebah pekerja.
c. paket keluarga inti terdiri dari 1 ratu dan 10.000 lebah pekerja lengkap dengan 3 sisiran sarang.


2. Perawatan Bibit dan Calon Induk
Lebah yang baru dibeli dirawat khusus. Satu hari setelah dibeli, ratu dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam stup yang telah disiapkan. Selama 6 hari lebah-lebah tersebut tidak dapat diganggu karena masih pada masa adaptasi sehingga lebih peka terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan. Setelah itu baru dapat dilaksanakan untuk perawatan dan pemeliharaan rutin.


3. Sistem Pemuliabiakan
Pemuliabiakan pada lebah adalah menciptakan ratu baru sebagai upaya pengembangan koloni. Cara yang sudah umum dilaksanakan adalah dengan pembuatan mangkokan buatan untuk calon ratu yang diletakkan dalam sisiran. Tetapi sekarang ini sudah dikembangkan inseminasi buatan pada ratu lebah untuk mendapatkan calon ratu dan lebah pekerja unggul. Pemuliabiakan lebah ini telah berhasil dikembangkan oleh KUD Batu Kabupaten Malang.


4. Reproduksi dan Perkawinan
Dalam setiap koloni terdapat tiga jenis lebah masing-masing lebah ratu, lebah pekerja dan lebah jantan. Alat reproduksi lebah pekerja berupa kelamin betina yang tidak berkembang sehingga tidak berfungsi, sedangkan alat reproduksi berkembang lebah ratu sempurna dan berfungsi untuk reproduksi.
Proses Perkawinan terjadi diawali musim bunga. Ratu lebah terbang keluar sarang diikuti oleh semua pejantan yang akan mengawininya. Perkawinan terjadi di udara, setelah perkawinan pejantan akan mati dan sperma akan disimpan dalam spermatheca (kantung sperma) yang terdapat pada ratu lebah kemudian ratu kembali ke sarang. Selama perkawinan lebah pekerja menyiapkan sarang untuk ratu bertelur.


5. Proses Penetasan
Setelah kawin, lebah ratu akan mengelilingi sarang untuk mencari sel-sel yang masih kosong dalam sisiran. Sebutir telur diletakkan di dasar sel. Tabung sel yang telah yang berisi telur akan diisi madu dan tepung sari oleh lebah pekerja dan setelah penuh akan ditutup lapisan tipis yang nantinya dapat ditembus oleh penghuni dewasa. Untuk mengeluarkan sebutir telur diperlukan waktu sekitar 0,5 menit, setelah mengeluarkan 30 butir telur, ratu akan istirahat 6 detik untuk makan. Jenis tabung sel dalam sisiran adalah: 


a. Sel calon ratu, berukuran paling besar, tak teratur dan biasanya terletak di pinggir sarang.


b. Sel calon pejantan, ditandai dengan tutup menonjol dan terdapat titik hitam di tengahnya.


c. Sel calon pekerja, berukuran kecil, tutup rata dan paling banyak jumlahnya.


Lebah madu merupakan serangga dengan 4 tingkatan kehidupan yaitu telur, larva, pupa dan serangga dewasa. Lama dalam setiap tingkatan punya perbedaan waktu yang bervariasi. Rata-rata waktu perkembangan lebah:
d. Lebah ratu: menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang penutup 1 hari, iatirahat 2 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 3 hari, total waktu jadi lebah 15 hari.


e. Lebah pekerja: menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang penutup 2 hari, iatirahat 3 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 7 hari, total waktu jadi lebah 21 hari.


f. Lebah pejantan: menetas 3 hari, larva 6 hari, terbentuk benang penutup 3 hari, iatirahat 4 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 7 hari, total waktu jadi lebah 24 hari. Selama dalam periode larva, larva-larva dalam tabung akan makan madu dan tepung sari sebanyak-banyaknya. Periode ini disebut masa aktif, kemudian larva menjadi kepompong (pupa). Pada masa kepompong lebah tidak makan dan minum, di masa ini terjadi perubahan dalam tubuh pupa untuk menjadi lebah sempurna. Setelah sempurna lebah akan keluar sel menjadi lebah muda sesuai asal selnya.

3. Pemeliharaan:


1. Sanitasi, Tindakan Preventif dan Perawatan
Pada pengelolaan lebah secara modern lebah ditempatkan pada kandang berupa kotak yang biasa disebut stup. Di dalam stup terdapat ruang untuk beberapa frame atau sisiran. Dengan sistem ini peternak dapat harus rajin memeriksa, menjaga dan membersihkan bagian-bagian stup seperti membersihkan dasar stup dari kotoran yang ada, mencegah semut/serangga masuk dengan memberi tatakan air di kaki stup dan mencegah masuknya binatang pengganggu. 


2. Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan ini meliputi menyingkirkan lebah dan sisiran sarang abnormal serta menjaga kebersihan stup. 


3. Pemberian Pakan
Cara pemberian pakan lebah adalah dengan menggembala lebah ke tempat di mana banyak bunga. Jadi disesuaikan dengan musim bunga yang ada. Dalam penggembalaan yang perlu diperhatikan adalah : 


a. Perpindahan lokasi dilakukan malam hari saat lebah tidak aktif.
b. Bila jarak jauh perlu makanan tambahan (buatan).
c. Jarak antar lokasi penggembalaan minimum 3 km.
d. Luas areal, jenis tanaman yang berbunga dan waktu musim bunga. 


Tujuan utama dari penggembalaan ini adalah untuk menjaga kesinambungan produksi agar tidak menurun secara drastis. Pemberian pakan tambahan di luar pakan pokok bertujuan untuk mengatasi kekurangan pakan akibat musim paceklik/saat melakukan pemindahan stup saat penggeembalaan. Pakan tambahan tidak dapat meningkatkan produksi, tetapi hanya untuk mengganti pakan saat pengembalaan

Sabtu, 09 April 2011

Terobosan Rekayasa Genetika Florigene dan Suntory



Bunda Maria (Siti Maryam), ibunda Nabi Isa a.s. menunjuk mawar sebagai lambang kesempurnaan duniawi dan surgawi. Di India, mawar adalah simbol mistis. Menurut ajaran Hindu, Dewi Laksmi–dewi sumber kecantikan–dilahirkan dari kelopak mawar. Sementara itu, di hampir semua belahan dunia, mawar sering dijadikan simbol ekspresi cinta dan perasaan seseorang. Pendek kata, mawar telah menjadi subjek utama dan bunga favorit, bahkan sejak 5.000 tahun silam.
Dalam floriografi (bahasa bunga), warna bunga memainkan peranan sangat penting sebagai penyampai pesan atau isyarat yang sulit diungkapkan melalui bahasa verbal. Terutama terjadi pada Era Victorian. Dibandingkan bunga lain, mawar paling sering digunakan sebagai media simbolik, bahkan masih bertahan hingga sekarang. Mawar merah adalah simbol cinta dan romantisme. Pink untuk menyatakan kasih sayang (lesser affection). Putih untuk kebaikan dan kesucian, dan kuning mengungkapkan persahabatan.
Karisma mawar tak hanya karena bentuk dan warnanya yang elok, tapi juga aroma yang diuapkannya. Perpaduan antara bentuk, warna, dan aroma mawar mampu menimbulkan efek magis dan mistis yang memanipulasi perasaan, persepsi, dan gairah seseorang. Kini, dengan segala kelebihannya, mawar telah memainkan peran lain yang luar biasa, komoditas utama dalam perdagangan bunga internasional dan sumber penyehatan melalui terapi aromatik (aroma terapi).
Meski demikian, manusia seolah tak pernah terpuaskan oleh mawar. Tuntutan terhadap bunga berjuluk queen of flower itu terus menggelegak. Setelah selama ribuan tahun manusia menikmati beragam warna-warna atraktif mawar, merah, kuning, pink, atau putih, para pengagum mawar terusik oleh pertanyaan, “Mengapa tak ada mawar biru?”

”Holy grail”
Ya, mawar biru kemudian menjadi semacam Holy Grail dalam masyarakat Kristiani. Holy Grail atau cawan suci yang pernah digunakan Yesus dalam perjamuan terakhir dengan 12 orang muridnya, diyakini oleh sebagian umat Katolik masih ada hingga sekarang. Meski ada, namun sulit ditemukan. Orang pun dibuat penasaran, benarkah Holy Grail ada? Jika ada, di mana tempatnya?
Tahun 1840, para peneliti hortikultura Inggris dan Belgia menawarkan hadiah 500.000 franc kepada siapa saja yang bisa menghasilkan mawar biru. Sejak saat itu, “perburuan” pun dilakukan para peneliti untuk menemukan sang Holy Grail, mawar biru.
Pada abad ke-20, mawar hibrida telah dihasilkan dengan cakupan warna yang luar biasa. Bahkan, termasuk mawar biru lembayung (ungu) dan abu-abu. Temuan mawar biru lembayung pun disambut para peneliti dan pecinta mawar dengan penuh antusias. Mereka optimistis, itulah langkah awal ke arah ditemukannya mawar yang benar-benar biru (true blue). Bahkan, pada awal abad ke-21, mawar biru lembayung sempat dinobatkan sebagai “flower of the year”.
Sayangnya, mawar biru lembayung memang bukan biru yang sebenar-benarnya biru. “Masih ada nuansa ungu dan kelabu,” kata Ir. Nursuhud, DEA, dosen dan peneliti hortikultura Fakultas Pertanian Unpad. Menurut Nursuhud, hibridisasi konvensional tak mungkin menghasilkan mawar biru karena secara genetika mawar tak bisa menghasilkan delphinidin atau pigmen yang bertanggung jawab menentukan warna biru.
Para ahli hortikultura berpendapat, munculnya warna biru lembayung lebih disebabkan adanya “variasi tak biasa” dari cyanidin (pigmen warna merah). Artinya, temuan mawar biru lembayung bukanlah jalan yang tepat untuk menghasilkan mawar biru. Sampai akhirnya para peneliti Florigene dan Suntory memberi jawaban.
Setelah melakukan penelitian selama 14 tahun, pada tahun 2004 para peneliti Suntory berhasil menemukan mawar biru melalui rekayasa genetika. Warna biru pada bunga seluruhnya berasal dari pigmen delphinidin yang tak ada pada mawar alami. “Temuan mawar biru ini terjadi justru pada saat kami percaya temuan itu mustahil dilakukan. Tapi, kami terus melakukannya sampai akhirnya tercapai,” kata Nobutada Saji, Presiden Suntory saat konferensi pers di Tokyo, Jepang, dua tahun silam.
Untuk menghasilkan mawar biru, para ahli “meminjam” pigmen biru (delphinidin) dari bunga pansi dengan mengaplikasikan teknologi RNAi. Meski demikian, mawar biru temuan para ahli Suntory belum benar-benar biru, melainkan biru lembayung (ungu). Namun, kunci dan teknik untuk menghasilkan warna biru dari pigmen delphinidin sudah ditemukan.
Para peneliti kini tengah bekerja keras untuk menghasilkan mawar biru dengan warna biru langit cerah. Masih dibutuhkan riset lanjutan untuk menghasilkan mawar berwarna biru langit. Menurut mereka, harus ada penambahan bahan kimia untuk menghasilkan warna yang lebih cerah. Jadi, untuk bisa menikmati mawar biru, kita masih harus menunggu.

Jenis bunga mawar biru



Sebelumnya, para peneliti Florigene telah mengambil langkah raksasa dengan mengkloning gen delphinidin dari bunga petunia pada tahun 1991. Pada medio 1990-an mereka telah berhasil menyempurnakan teknik transformasi genetika mawar dan regenerasi tanaman dari jaringan sel melalui kultur jaringan. Melalui teknik tersebut, Florigene berhasil menciptakan mawar pertama yang mengandung delphinidin. Saat itu, Florigene memiliki mawar yang mengandung delphinidin dengan ekspresi tinggi dalam variasi warna merah tua, yang diberi nama Cardinal.
Kombinasi antara cyanidin (pigmen pemberi warna merah) dan delphinidin menghasilkan mawar burgundy gelap yang sangat atraktif. Warnanya memang bukan biru, tapi secara teknis, hasil tersebut merupakan sebuah kemajuan luar biasa.
Untuk menghasilkan mawar biru, para peneliti Florigene membutuhkan mawar putih di mana gen DFR-nya tidak aktif. Tapi, mereka tak berhasil mengidentifikasi DFR-knockout mawar putih yang siap pakai untuk memproduksi bunga potong. Untuk keperluan itulah, para peneliti Florigene secara reguler berkonsultasi dengan tim Dr. Waterhouse di CSIRO Plant Industry, Canberra, Australia.
Pada 2001 Dr. Waterhouse membahas keberadaan teknologi RNAi yang bisa digunakan untuk mematikan satu gen sehingga bisa digantikan oleh gen yang dibutuhkan. RNAi adalah gen “peredam” dan bisa digunakan sebagai alat dengan presisi tinggi untuk menyelidiki dan memanipulasi fungsi gen pada tanaman.
Florigene melihat keuntungan dari penggunaan RNAi untuk mematikan gen DFR (dihydroflavinol reductase) pada mawar merah untuk membendung atau memblok pathway (jalan kecil) cyanidin dan kemudian menggantinya dengan gen delphinidin. Untuk menyempurnakan proses sintesis delphinidin, para ahli kemudian menambahkan gen DFR bunga iris.
Sementara itu, para peneliti Suntory punya ide yang sama, mereka menggunakan RNAi untuk menciptakan gen baru buatan untuk menekan (menutup) gen DFR pada mawar berwarna merah muda (pink). Mereka mengkloning versi baru gen delphinidin dari bunga pansy dan digabungkan dengan gen DFR dari bunga iris. Sebelumnya, selama satu dekade para ahli genetika Suntory selalu mengalami kesulitan mengaktifkan pathway delphinidin pada mawar.
Tiga paket gen yakni delphinidin pansy, DFR iris, dan DFR anti-mawar bekerja, mawar transgenik buatan Suntory memproduksi delphinidin tingkat tinggi pada bagian daun bunga (patal) dan sedikit residu cyanidin. Mawar baru berwarna biru muda atraktif, serupa dengan generasi mawar mauve-lilac (bungur biru muda) seperti Blue Moon dan Vol de Nuit. Namun, ada beberapa kultivar yang memperlihatkan cyanidin dan tak mampu menghasilkan mawar biru yang berpotensi genetik menghasilkan mawar benar-benar biru (true blue).
Warna biru teduh bisa didapat jika peneliti Florigene dan Suntory bisa membuat daun bunga sedikit asam. Para peneliti kini menggunakan teknologi RNAi gene-knockout untuk mengidentifikasi gen yang memengaruhi kadar pH petal atau mengatur pewarnaan daun bunga dengan cara lain.

Mawar Varietas Baru



Hasil Penelitian & Pengembangan Balithi Segunung

EMPAT tahun lalu Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Segunung, Cipanas, Cianjur melepaskan sembilan varietas baru mawar. Ke-9 varietas itu adalah Megawati, Pertiwi, Maribaya, Cipanas Dwi Warna, Putri, Fortuna, Shananda, Talitha, dan Selabintana.
Varietas baru
Saat ini, Balithi telah menghasilkan empat varietas baru mawar yang siap dilepas. Keempat varietas baru itu terdiri dari satu varietas mawar potong yakni Mega Putih dan tiga varietas mawar mini, masing-masing varietas Rosmarun, Yulikara, dan Rosanda.
Mega Putih
Sifat menarik, bentuk tepi petal bunga keriting, jumlah petal 104-138 helai, tangkai bunga (neck length) kokoh 7-8 cm, panjang tangkai total 47-85 cm, bunga berukuran besar dengan diameter 9-12 cm, kesegaran bunga (vase life) 7-9 hari, jumlah bunga/tanaman/bulan 1,49 tangkai, warna bunga bagian depan kuning muda, warna bunga bagian belakang kuning muda kehijauan, diameter bunga kuncup 2,12 – 2,15 cm, aroma bunga sedikit wangi (light fragrance), bentuk/tipe bunga ganda.
Rosmarun
Sifat menarik, warna bunga menarik, jumlah bunga per tanaman per bulan 11,07, diameter bunga kuncup 1,35 cm, diameter bunga mekar 4,37 cm, lama kesegaran bunga 56,33 hari, warna bunga bagian depan red grey group 48B, warna bunga bagian belakang red group 47B, aroma bunga sedikit wangi (light fragrance), bentuk/tipe bunga ganda, tahan terhadap penyakit embun tepung dan hama tungau.
Rosanda
Sifat menarik, warna bunga unik dan menarik, berbau harum, jumlah bunga per tanaman per bulan 1,20, diameter bunga kuncup 0,90 cm, diameter bunga mekar 3,54 cm, lama kesegaran 43,63 hari, warna bunga bagian depan orange red group 35D, warna bunga bagian belakang red group 49D, bentuk/tipe gunga ganda, tahan terhadap penyakit embun tepung dan hama tungau.
Yulikara
Sifat menarik, warna bunga unik dan menarik, tahan terhadap hama tungau dan penyakit embun tepung, lama kesegaran mencapai 48,87 hari, jumlah bunga per tanaman per bulan 3,43 helai, diameter bunga kuncup 0,96 cm, diameter bunga mekar 4,13 cm, warna bunga bagian depan tengah red group 49C, warna kelopak bunga red group 57C, warna bunga bagian belakang putih dengan bercak red group 54C, aroma bunga wangi, bentuk/tipe bunga ganda.

Cara Praktis Bertanam Mawar Mini



MAWAR mini (Rosa hybrida L.) merupakan salah satu jenis tanaman hias yang dikenal karena keindahannya, antara lain mempunyai bunga yang kompak, menarik, dan berbunga terus-menerus. Dari segi kegunaan, mawar mini dapat dipakai sebagai tanaman hias di dalam ruangan (indoor plant) dengan diletakkan secara utuh dalam pot beserta media tanamnya, sehingga kesegaran bunga dapat bertahan lebih lama.
Dalam usaha meningkatkan keragaman genetik dan untuk memperoleh varietas baru mawar mini yang bunganya berbeda, dapat dilakukan dengan menggunakan teknik mutasi iradiasi sinar gamma pada biakan in-vitro. Dari hasil penelitian aplikasi iradiasi sinar gamma pada biakan in-vitro mawar mini, telah diperoleh tiga mutan yang memiliki warna dan atau bentuk bunga yang berbeda dengan tanaman induknya. Ketiga mutan telah dilepas sebagai varietas baru dengan nama Rosmarun, Yulikara, dan Rosanda. Keunggulan dari ketiga varietas tersebut antara lain adalah kesegaran bunga dalam pot dapat bertahan lebih lama dan lebih tahan terhadap hama tungau dan penyakit embun tepung.
Perbanyakan tanaman
Mawar mini diperbanyak dengan setek. Sebagai media perbanyakan digunakan arang sekam. Panjang setek berkisar 10 cm ditanam ke media tersebut, setelah terlebih dahulu dicelupkan ke zat perangsang akar. Penyiraman tanaman dilakukan dua kali sehari (pagi dan sore) dengan cara pengabutan atau penyemprotan dengan handsprayer.

Penanaman
Setek yang telah berakar (berumur lebih kurang 1 – 2 bulan), selanjutnya dipindahkan ke pot (diameter 14 cm) yang berisi media tanam yang terdiri dari sekam bakar dan humus (v/v 1 : 1). Tanaman sebaiknya ditempatkan di rumah plastik, sehingga tidak terkena guyuran air hujan.

Pemeliharaan
Pemeliharaan mencakup pemupukan, pengendalian hama penyakit, dan penyiraman secara berkala. Pemupukan dengan NPK dilakukan 2 minggu sekali dengan dosis 1 – 2 gram/pot. Selain itu, diberikan pupuk daun sekali seminggu dengan cara disemprotkan ke permukaan daun secara merata.
Pengendalian hama dan penyakit terutama ditujukan pada penyakit embun tepung (Spaerotheca pannosa) dan hama aphid (Macrosiphum rosae) dan tungau (Tetranychus urticae). Penyakit embun tepung dapat dikendalikan dengan fungisida berbahan aktif mankozeb atau benomil dengan dosis sesuai anjuran. Hama aphid dikendalikan dengan insektisida berbahan aktif deltametrin. Untuk tungau dapat dikendalikan dengan akarisida berbahan aktif dicofan, piridaben, atau amitraz dengan dosis sesuai anjuran.

Mengenal Keanekaragaman Jenis Bunga Mawar



BILA kita ingin menyaksikan taman mawar yang komplet, rasanya tidak perlu datang ke Taman Bagatelle di Prancis atau Rose Park di Belanda. Betapa tidak? Sebab, di taman mawar Kertek, Wonosobo (kebun mawar milik Jack Eugene Craig), kita bisa menikmati dan mencium wanginya aroma lembut 200 varietas dari berbagai belahan bumi.
Menurut Jack Eugene Craig, mawar paling banyak dikoleksi dibandingkan dengan ratusan jenis tanaman lainnya. Untuk menunjukan kecintaannya pada bunga mawar (queen of flower) ini, ia tidak asal tanam saja, melainkan dengan menatanya menjadi taman asri. Adapun desain tanaman dibuat secara alamiah, tidak formal, seperti halnya di Bagatelle ataupun mungkin taman mawar di Taman Bunga Nusantara, Cianjur yang mengoleksi sekira 100 varietas.
Selain itu, ia tidak hanya menghadirkan bunga mawar. Di antara koleksi diselipkan pula dahlia, gladinol, krinum, dan salvia. Pada musim hujan mereka memamerkan keragaman bunga sehingga menjadi fokus yang unik dan menarik. Adapun tanaman lain, seperti semanggi variegete, Taiwan beauty, dan sutra bombai sebagai penutup tanah. Ekspatriat yang telah bermukim di Indonesia lebih dari 30 tahun itu juga memanfaatkan serutan kayu, dan limbah mebelnya sebagai mulsa.

Jenis mawar
Sebenarnya ada beberapa mawar berbunga pada musim hujan. First Edition, Soldier Boy, Miss Fred Show, Earth Son Pink, Olympiad, Good Show, dan Star of the Nile masih toleran terhadap hujan. Keindahan bunga mereka bisa disaksikan pada bulan Desember – Maret ketika hujan lebat mengguyur. Pada bulan Mei – Oktober, ke-200 varietas seolah-olah sedang berlomba memamerkan kemolekan dan keindahannya masing-masing.
Setiap mawar memiliki perbedaan, baik warna, susunan bunga, ukuran bunga, tinggi tanaman, dan jumlah durinya. Dilihat dari segi warna, ada putih, putih kuning, kuning pink, oranye, dan merah. Adapun susunan bunga mulai dari satu lapis, seperti Leda dan Ellen Wilmott, dan berlapis tiga seperti Fisrt Edition dan yang 10 lapis seperti; MMG George Bruant, Dark Lady, dan Molyneux.
Apabila kita ingin melihat yang anggun, carilah Molyneux dan Pierre de Runsard. Bunganya kuning bersemburat pink, berukuran 7 cm. Petal 30 lembar tersusun melingkar dan cukup rapi. Tinggi hanya 1 m, tetapi bunganya banyak. Ia pun menebar aroma nan lembut. Si lembut Pierre de Runsard ditanam untuk menutup pergola. Bunga putih pink lembut dengan petal bersusun 5 lingkaran.

Pergola
Elemen khas tanaman mawar yaitu pergola yang dihadirkan dalam bentuk gapura dan gazebo. Tiang dibuat dari pilar bundar setinggi 3 meter yang saling berpasangan. Di atasnya dipasang besi penghubung dan diperindah modern climbers dan ramblers. Melalui besi itulah mawar merambat. Setiap tiang ditanam 2-3 mawar yang berbeda jenis. Pierre de Runsard, misalnya, merambat pada pergola pertama. Ia berpasangan dengan Aloha.
Kemudian, gazebo beratap mawar bisa menjadi tempat istirahat yang cukup mengasikan. Para pengunjung sembari duduk rileks akan bisa menghirup aroma lembut kultivar Merashell Niel, Helen Troble, dan Phyllis Bide. Mereka bisa merambat hingga 6 m.
Di taman tersebut, ia pun membuat jalan setapak yang berliku-liku. Jadi, para pengunjung tidak perlu merunduk dan menyibak cabang-cabang yang berduri. Penanaman pun berdasarkan sosok mawar sehingga membentuk gradasi. Yang berpenampilan rendah, seperti kelompok ground covers, modern shrub rose, dan polyanthas ditempatkan dekat jalan. Rata-rata tingginya hanya 45 cm. Floribundas dan hybrids rose di belakang karena tinggi. Disusul dengan modern climbers dan ramblers paling belakang sekaligus berfungsi sebagai pagar taman.
Selain mawar, ada beberapa jenis tanaman hias yang jadi koleksi Eugene. Koleksinya antara lain ratusan palem, bromelia, philodendron, anthurium, puring, hibiskus, helikonia, sukulen, dan buah langka. Berbeda dengan mawar, tanaman ini ditata bercampur di lahan 6 ha yang berada di ketinggian 1.000 m di bawah permukaan laut.

Budi Daya Mawar Potong Dalam Rumah Plastik



MAWAR (Rosa hybrida) yang dijuluki “ratu dari segala bunga” dikenal karena keindahan, keanggunan, dan keharumannya. Ditinjau dari kegunaannya mawar dapat digunakan sebagai bunga potong, mawar taman, mawar tabur, dan bahan kosmetik. Permintaan mawar bunga potong meningkat pada hari-hari besar, seperti tahun baru, Idulfitri, Valentine, dan hari peringatan kemerdekaan. Untuk menghasilkan mawar dengan kualitas yang baik, syarat tumbuh mawar harus dipenuhi. 

Mawar potong sebaiknya ditanam di dataran tinggi (1.000-1.500 dpal). Tanah yang gembur serta kaya bahan organik atau humus dengan pH 5,6-6,5, drainase yang baik dan sinar matahari yang cukup banyak diperlukan untuk pertmbuhan dan produksi bunga. Pertanaman mawar potong memerlukan rumah plastik untuk menjaga bunga dari siraman air hujan, sehingga kualitas dan keragaan bunga (vase life) dapat dipertahankan.

Penanaman
- Mawar ditanam dalam rumah plastik dengan atap terbuat dari plastik UV
- Tanah untuk media tanam diolah sedalam 30 cm. Media tanam harus gembur, merupakan campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos. Keasamaan (pH) media tanam berkisar antara 5,6 – 6,5.
- Media tanam disterilisasi dengan nematisida berbahan aktif dazomet, kemudian ditutup mulsa plastik hitam selama dua minggu. Setelah dua minggu, mulsa dibuka dan dibiarkan selama satu minggu.
- Lubang tanam dibuat dengan jarak tanam 20 X 30 cm atau 15 X 40 cm, dan setiap bedengan dibuat dua barisan tanam.
- Kemudian bibit mawar ditanam dalam lubang tanam yang telah tersedia dengan mata tempel menghadap ke luar bedengan.


Pemupukan:
- Pupuk kandang dengan dosis 30 ton/ha atau 0,5 kg/tanaman (tergantung jumlah populasi tanaman mawar per hektare) diberikan sebelum tanam.
- Pupuk makro dan mikro diberikan dua kali dalam seminggu. Komposisi pupuk mawar dengan EC 1,5 ds/m yakni NO3 – 158 mg/liter, NH4 – N 18 mg/liter, P 38 mg/liter, K 196 mg/liter, S 40 mg/liter, Ca 140 mg/liter, Mg 18 mg/liter, Fe 1,4 mg/liter, Mn 0,3 mg/liter, Zn 0,2 mg/liter, B 0,2 mg/liter, Cu 0,005 mg/liter, dan Mo 0,05 mg/liter.
- Pemupukan dengan sistem irigasi otomatis dapat dilakukan bersamaan dengan penyiraman.


Sistem arsitektur tanaman:
Sistem Jepang yang dimodifikasi.
Bending, bagian tanaman atau tunas tidak produktif dirundukkan tepat di atas mata tunas ke 2 atau ke 3 tapi tangkainya tidak patah.
• Pada sistem Jepang yang dimodifikasi, bending hanya dilakukan ke satu arah.
• Tangkai bunga yang dipanen berasal dari tunas utama (bottom break).

Hama penyakit utama dan pengendalian Tungau (Tetranychus sp.)
• Berwarna hijau atau merah dan biasa terdapat di bawah permukaan daun.
• Daun-daun yang terserang terlihat menguning sampai cokelat keperakan.
• Pengendaliannya dengan penyemprotan akarisida berbahan aktif abamektrin, dikofol, amitraz atau dengan menggunakan akarisida nabati dengan perlakuan 1-2 kali per minggu.

Kutu daun (Aphids)
Macrosiphum rosae Linnaeus (Rose aphid) dan Myzaphus rosarum Kaltenbach (Small green rose aphid).
• Gejala serangan pada daun dan petal bunga berubah bentuk menjadi tidak normal.
• Cara pengendaliannya dengan melakukan penyemprotan menggunakan insektisida dengan bahan aktif imidakloprid, malathion, irethtrindanmetidation atau menggunakan akarisida nabati 1-2 kali per minggu.

Hama thrips (Frankliniella tritici Fitch)
• Petal bunga menjadi kecoklatan atau berubah bentuk.
• Pengendaliannya dengan penyenprotan insektisida yang berbahan aktif diclorvos, karbaril, malathion, dimetoat, dan asefat.

Penyakit embun tepung (Oidium sp./Powdery Mildew)
• Daun atau angkai tertutup lapisan putih seperti tepung, bentuk daun tidak normal, daun rontok.
• Pengendaliannya dengan melakukan penyemprotan menggunakan fungisida berbahan aktif benomil, tridimenol, triadimefon, miklobutanil, dan fluzilazola.

Penyakit bercak hitam (Diplocarpon rosae Wolf/Black Spot)
• Bercak hitam pada permukaan daun bagian atas, daun menguning dan rontok
• Cara pengendaliannya dengan melakukan penyemprotan menggunakan fungisida yang berbahan aktif heksakonazol, benomil, difenoconazol, dan bitertanol.


Pemeliharaan lain:
• Penyiangan dilakukan untuk menghilangkan tanaman pengganggu (gulma) dengan frekuensi dua minggu sekali, tergantung cepat tidaknya gulma tumbuh.
• Tangkai-tangkai yang kering atau diserang hama dan penyakit, serta tunas-tunas liar dibuang.

Panen dan pascapanen
• Bunga dipanen pada saat bunga 1 -2 petal telah membuka dan sepal masih melekat pada kuncupnya.
• Panen dilakukan pada pagi atau sore hari.
• Pemotongan tangkai bunga tepat di atas mata tunas ke 2 atau ke 3 dari pangkal.
• Kemudian bunga mawar dikemas dengan kemasan terbuka dan disimpan di dalam ruang dingin (cool storage) dengan suhu 2 – 50oC.
• Agar bunga tahan lama dalam vas sebaiknya diberi larutan pengawet : gula 1-5%, perak nitrat 100 ml/l atau 2 ml/l chlorox 5% dan asam sitrat 300-500 mg/l supaya pH larutan 3-4; atau digunakan bahan pengawet yang sudah tersedia dipasaran.***
Kieyokoe nge-Blogging
@2012 Created by Kieyokoe Belajar Untuk Masa Depan
Cool Text: Logo and Graphics Generator