Begundelz just for you
SELAMAT MENJELANG BULAN SUCI RAMADHAN 1433 H

Sabtu, 09 April 2011

Jenis bunga mawar biru



Sebelumnya, para peneliti Florigene telah mengambil langkah raksasa dengan mengkloning gen delphinidin dari bunga petunia pada tahun 1991. Pada medio 1990-an mereka telah berhasil menyempurnakan teknik transformasi genetika mawar dan regenerasi tanaman dari jaringan sel melalui kultur jaringan. Melalui teknik tersebut, Florigene berhasil menciptakan mawar pertama yang mengandung delphinidin. Saat itu, Florigene memiliki mawar yang mengandung delphinidin dengan ekspresi tinggi dalam variasi warna merah tua, yang diberi nama Cardinal.
Kombinasi antara cyanidin (pigmen pemberi warna merah) dan delphinidin menghasilkan mawar burgundy gelap yang sangat atraktif. Warnanya memang bukan biru, tapi secara teknis, hasil tersebut merupakan sebuah kemajuan luar biasa.
Untuk menghasilkan mawar biru, para peneliti Florigene membutuhkan mawar putih di mana gen DFR-nya tidak aktif. Tapi, mereka tak berhasil mengidentifikasi DFR-knockout mawar putih yang siap pakai untuk memproduksi bunga potong. Untuk keperluan itulah, para peneliti Florigene secara reguler berkonsultasi dengan tim Dr. Waterhouse di CSIRO Plant Industry, Canberra, Australia.
Pada 2001 Dr. Waterhouse membahas keberadaan teknologi RNAi yang bisa digunakan untuk mematikan satu gen sehingga bisa digantikan oleh gen yang dibutuhkan. RNAi adalah gen “peredam” dan bisa digunakan sebagai alat dengan presisi tinggi untuk menyelidiki dan memanipulasi fungsi gen pada tanaman.
Florigene melihat keuntungan dari penggunaan RNAi untuk mematikan gen DFR (dihydroflavinol reductase) pada mawar merah untuk membendung atau memblok pathway (jalan kecil) cyanidin dan kemudian menggantinya dengan gen delphinidin. Untuk menyempurnakan proses sintesis delphinidin, para ahli kemudian menambahkan gen DFR bunga iris.
Sementara itu, para peneliti Suntory punya ide yang sama, mereka menggunakan RNAi untuk menciptakan gen baru buatan untuk menekan (menutup) gen DFR pada mawar berwarna merah muda (pink). Mereka mengkloning versi baru gen delphinidin dari bunga pansy dan digabungkan dengan gen DFR dari bunga iris. Sebelumnya, selama satu dekade para ahli genetika Suntory selalu mengalami kesulitan mengaktifkan pathway delphinidin pada mawar.
Tiga paket gen yakni delphinidin pansy, DFR iris, dan DFR anti-mawar bekerja, mawar transgenik buatan Suntory memproduksi delphinidin tingkat tinggi pada bagian daun bunga (patal) dan sedikit residu cyanidin. Mawar baru berwarna biru muda atraktif, serupa dengan generasi mawar mauve-lilac (bungur biru muda) seperti Blue Moon dan Vol de Nuit. Namun, ada beberapa kultivar yang memperlihatkan cyanidin dan tak mampu menghasilkan mawar biru yang berpotensi genetik menghasilkan mawar benar-benar biru (true blue).
Warna biru teduh bisa didapat jika peneliti Florigene dan Suntory bisa membuat daun bunga sedikit asam. Para peneliti kini menggunakan teknologi RNAi gene-knockout untuk mengidentifikasi gen yang memengaruhi kadar pH petal atau mengatur pewarnaan daun bunga dengan cara lain.
Kieyokoe nge-Blogging
@2012 Created by Kieyokoe Belajar Untuk Masa Depan